Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang masih sering dijumpai di wilayah pedesaan. Meskipun desa identik dengan lingkungan yang asri dan alami, kenyataannya pengelolaan sampah di desa masih belum sepenuhnya tertata dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Sumber sampah di desa sukasari umumnya berasal dari kegiatan rumah tangga, seperti sisa makanan, plastik kemasan, daun kering, serta limbah pertanian. Sampah organik sebenarnya dapat diolah kembali menjadi kompos, namun masih banyak masyarakat yang membuangnya sembarangan. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kaleng sering menumpuk karena sulit terurai secara alami.
Kurangnya fasilitas pengelolaan sampah menjadi salah satu penyebab utama masalah ini. Di desa sukasari, belum tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS) maupun sistem pengangkutan sampah yang rutin. Akibatnya, warga memilih membuangnya ke sungai dan lahan kosong. Kebiasaan tersebut dapat mencemari udara, tanah, dan air, serta meningkatkan risiko penyakit.
Untuk mengatasi permasalahan sampah di desa sukasari, Pemerintah Desa Sukasari membangun tungku tempat pembakaran sampah di setiap RT,untuk mencegah Masyarakat membuang sampah sembarangan.
Dengan di bangun nya tungku tempat pembakaran sampah yang ada di setiap RT, Masyarakat di harapkan tidak membuang sampah ke sungai atau lahan kosong, adapun Pemerintah Desa Sukasari melalui dinas erkit mengedukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga sangat penting untuk diterapkan. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat dikumpulkan dan didaur ulang atau dijual ke bank sampah. Selain itu, pemerintah desa sukasari juga membuat aturan yang mendorong pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Dengan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah desa, permasalahan sampah dapat dikurangi secara bertahap. Lingkungan desa yang bersih dan sehat tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.





